HIDUP TAK PERLU BERJUANG

Hanya Ulasan Ngasal Sebuah Buku

Judul asli buku ini adalah Life Was Never Meant to Be a Struggle, karya penulis Stuart Wilde. Sedikit nyeleneh memang judul tersebut. Terlebih bagi Anda yang telah terbiasa dengan berjuang dan terlampau sering menggunakan kata berjuang dalam memaknai hidup ketika berhadapan dengan masalah.

“Hidup tidak pernah dimaksudkan sebagai sebuah perjuangan, melainkan perkembangan bertahap dari satu titik ke titik lain, seperti berjalan menyusuri lembah pada hari yang cerah.”
—Stuart Wilde

Pada dasarnya melalui buku ini penulis ingin memberikan makna yang berbeda terhadap struggle -yang dalam versi terjemahan ini “perjuangan.”

Perjuangan berdasarkan pada buku ini menurut hemat saya adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan fitrah. Dan berjuang bukanlah hal yang bisa dibanggakan. Karena hidup sejatinya mudah dan sederhana dan hanya perlu berbuat sesuai sunatullah. Sehingga ketika kita perlu berjuang berarti ada kesalahan yang kita perbuat menjadi sebab.

Dalam buku ini dijelaskan, bagaimana perjuangan berdasarkan versi penulis, bentuk-bentuk perjuangan utama pejuang, sebab-sebab perjuangan serta cara menyingkirkan perjuangan. Dalam alam semesta ada hukum yang berlaku, bagaimana setiap yang bernyawa telah mendapat jaminan rezeki.

Bagaimana setiap makhluk memang mencurahkan upaya tertentu untuk menjemput rezekinya dan mempertahankan hidup, tapi mereka tidak berjuang karena Itu adalah sebuah sunatullah.

Seperti dalam tulisan saya mengenai penjemputan rezeki.

Menanggapi karya Stuart Wilde ini saya cukup sepakat. Saya teringat hadits nabi tentang kelahiran dalam fitrah. Fitrah dalam KBBI bermakna sifat asal, pembawaan atau kesucian.

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah … .”

Dan itu menguatkan kalau fitrah kita memang bukan untuk berjuang. Hanya menjalankan sesuai sunatullah. Seperti dari kondisi tidak tahu menjadi tahu, kita perlu melalui sunatullah untuk belajar.

Kesalahan dan maksiat yang kita lakukan mengakibatkan kita harus struggle, berjuang. Gagalnya kita dalam fokus menjalani sunatullah juga mengakibatkan kita perlu usaha lebih alias berjuang. Untuk itu bagi para Pejuang, cobalah konsentrasi dan berhentilah bangga akan perjuangan Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s