Berpisah Itu Mudah, Proses Bercerai Yang Bikin Susah

Ulasan film “Marriage Story”

Kehidupan rumah tangga setelah pernikahan memang tidak mudah, tetapi perceraian lebih susah lagi. Perceraian, meski hal yang legal, prosesnya justru membuat hidup lebih runyam. Terlebih jika memiliki anak yang masih delapan tahun. Setidaknya itu yang dirasakan Nicole dan Charlie dalam film Marriage Story yang diperankan oleh Scarlett Johansson dan Adam Driver.

gambar dari imdb.com

Berjudul Marriage Story, tapi ceritanya justru lebih ke perpisahan. Kehangatan yang tampak di poster ditampilkan juga di menit-menit awal film, tapi ada hal yang lebih dalam disampaikan setelah kehangatan itu. Berdurasi 137 menit, temponya cukup lambat berjalan hingga pertengahan film. Sehingga perlu tubuh fit untuk menonton jika tidak ingin terlewat karena kantuk selama pemutaran dua jam lebih. Kudapan sepertinya cocok untuk menemani.

Lanjutkan membaca “Berpisah Itu Mudah, Proses Bercerai Yang Bikin Susah”

4 Alasan Lebih Baik Membaca Buku Cetak Daripada Buku Elektronik

Saya masih mencari-cari sampai halaman berapa terakhir saya membaca buku elektronik tentang materi kuliah. Untuk menunjang perkuliahan saya lebih mudah mendapati materi di jurnal dan buku elektronik atau e-book. Tapi berjam-jam di hadapan layar bercahaya terang dan men-scroll “roda tetikus” cukup melelahkan bagi mata dan letih bagi sendi-sendi tubuh saya.

https://www.designboom.com/cms/images/–Z96/ln1.jpg

Orang kerap berasumsi bahwa generasi milenial lebih menyukai format digital ketimbang fisik. Dalam soal buku, anggapan itu tidak benar. Lanjutkan membaca “4 Alasan Lebih Baik Membaca Buku Cetak Daripada Buku Elektronik”

Sisa Makanan (Edisi Refleksi Hari Tani)

Pernahkah kita terfikir apa yang terjadi pada sisa makanan jika dikumpulkan?
Misalkan satu rumah makan saja, sisa makanan satu hari di sana dikumpulkan sudah berapa banyak ya?
Apakah kita sempat berpikir perjuangan para petani dari mulai penanaman hingga produknyakita makan?

Orang tua saya, ketika saya masih kecil sering memberi peringatan bahkan hingga menakut-nakuti bila makanan saya tidak saya habiskan. Saya jadi berpikir, terkadang benar juga orang tua saya. Meski terasa berlebihan, namun konsep syukur yang ingin orang tua saya.

“Satu butir nasi di hadapanmu merupakan hasil jerih payah para petani,

A.

Penggalan kalimat tersebut sering terngiang ketika saya makan. Membuat saya lebih sering tak tega bila meninggalkan piring dengan sisa makanan meski sebutir cuilan nasi.

Pengakuan Pembebasan

Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto (fakta, kenyataan) pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jumat, 9 Ramadhan 1364 Hijriyah. Namun untuk berdiri secara de jure (hukum) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia memerlukan pengakuan dari bangsa-bangsa lain.

Pada persyaratan de jure ini, bangsa Indonesia patut bersyukur dan berterima kasih terhadap Palestina. Sebab Palestina di samping Mesir merupakan dua bangsa yang paling awal memberikan pengakuan terhadap Negara Indonesia.

Hal itu seperti tertuang dalam buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh M. Zein Hassan Lc., Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia. Lanjutkan membaca “Pengakuan Pembebasan”

Renungan Ramadhan 1437: Dewasa Bersikap, Bukan Reaktif

9180389610_b9b0c2feb2_o

Sudah berakhir bulan Ramadhan 1437 Hijriah. Ini merupakan Ramadhan kedua yang kuawali di Semarang. Ramadhan kali ini terjadi beberapa peristiwa cukup unik. Mulai dari penutupan warung makan di Serang Banten, bencana Alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia hingga bertemunya kembali Argentina dan Chile di final Copa America juga beberapa peristiwa lain.

Setiap tahun memang Ramadhan menjadi bulan yang dinanti. Lanjutkan membaca “Renungan Ramadhan 1437: Dewasa Bersikap, Bukan Reaktif”

Lets Move ON

Move On, kata yang seringkali saya dapatkan akhir-akhir ini. Tapi apa sebenarnya arti kata “Move ON”
Dari Bahasa Inggris,
Move berarti bergerak atau pindah.
Sedangkan, On berarti di atas.

Namun Move ON tak dapat diartikan bergerak ke atas. Yang dimaksud dengan Move on adalah bergerak pada, bergerak maju, terus bergerak, atau melanjutkan. Jadi Move ON dimaksudkan untuk bergerak melanjutkan hidup, bangkit dari keterpurukan, berpindah meninggalkan kemalasan, menuju hidup lebih produktif.

Move ON

Malas.

Belakangan ini, bahkan seringkali saya terserang penyakit. Sehingga mengganggu saya untuk update dan posting di blog. Bukan saya tidak ingin, tetapi ketika saya memulai menulis saya selalu terserang penyakit ini.
Penyakit ini bisa dikatakan sebagai penyakit Malas.
Saya yakin pembaca juga sering terserang penyakit ini. Dengan tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman saya menghadapi malas.

Dalam penulisan hingga terbitnya, tulisan ini mengalami penundaan berkali-kali karena kemalasan saya.

Bukan hanya itu, saya banyak sekali mendapat inspirasi untuk menulis di blog ini. Sungguh banyak yang ingin saya sampaikan. Namun karna saya kurang fokus dan malas, banyak yang belum tersampaikan.

BismillahirRohmanirRohiim…

Langsung saja tentang masalah malas ini, saya buat beberapa rumusan masalah, di antaranya:
-Apa itu malas?
-Mengapa orang bisa malas?
-Apakah penyebab orang menjadi pemalas?
-Mengapa saya jadi seorang pemalas?
-Apa akibat malas?
-Apakah salah bila malas?
-Apakah rasa malas bisa diatasi?
-Bagaimana cara mengatasi rasa malas?
-Apakah dengan malas bisa menjadi sukses?
-Jadi, apakah kita boleh malas?

ada 10 rumusan masalah di atas, yang mungkin cukup mewakili banyak pertanyaan tentang malas. Untuk menjawabnya saya tidak akan merinci jawaban pada tiap rumusan masalah. Saya berikan penjelasan dari berbagai sumber untuk menjawab rumusan di atas:

Malas, merupakan kata sifat yg berarti enggan, tidak ingin melakukan kegiatan. Ketika kita tidak memiliki motivasi maka saat itu kita akan merasa malas. Dari kemalasan dapat diturunkan menjadi menunda nunda pekerjaan.
Malas memiliki banyak penyebab. Penyebab-penyebab malas berasal dari dua sumber; internal atau dari dalam diri dan external yaitu dari luar.
Beberapa penyebab external timbulnya malas antara lain:
> terlalu banyak makan
> terlalu banyak pertimbangan
> berpersepsi negatif
> lingkungan yang tidak mendukung
sekian penyebab external kemalasan, namun rasa malas yang paling kuat berasal dari internal. Jadi yang paling menentukan dirimu menjadi malas atau tidak adalah dari dirimu sendiri.
Sebenarnya menjadi seorang pemalas adalah pilihan. Malas biasanya berawal dari meremehkan atau menganggap enteng suatu pekerjaan. Karena meremehkan kemudian akan menunda-nunda untuk mengerjakannya. Kurangnya motivasi untuk mengerjakan akan membuat semakin enggan untuk mengerjakan. Sehingga menumpuklah tugas yang membabani. Semakin banyak beban yang harus diselesaikan, akan membuat semakin malas dan berat. Seorang pemalas yang merasa mendapat pekerjaan berat dan banyak menumpuk akan berusaha untuk meninggalkan tugasnya tersebut.
Sebagai pemalas saya beberapa kali tidak dapat dipercaya. Hal tersebut disebabkan seringkali karna malas, saya melalaikan tugas dan meninggalkan tanggung jawab. Sehingga saya dianggap tidak mampu mengemban tanggungjawab.
Tentu saja tidak nyaman bila orang di sekitarmu tidak mempercayaimu bahkan menjauhimu. Ini adalah dampak negatif dari kemalasan yang merugikan. Seperti di awal saya menyebut malas dengan penyakit. Pasti tidak enak jika terserang penyakit.
Tetapi malas tidaklah selalu salah. Adakalanya malas akan membantu dan memudahkan. Boleh saja untuk bermalas-malasan seperti:
~ malas berbuat buruk
~ malas melakukan hal sia-sia
~ malas untuk menunda-nunda kebaikan
~ malas mengikuti hawa nafsu yg buruk
~ malas untuk berbuat malas.

Selain kemalasan di atas, kita perlu mengatasi rasa malas yang merugikan. Kunci untuk mengatasi rasa malas ada pada diri kita masing-masing. Kuatkan tekad,pastikan tujuan, dan ikuti lingkungan yang kondisif dan mendukung. Ketiganya insyaa Allah akan membantu kita lebih rajin. Biasanya untuk memperoleh ketiganya kita dapat mengikuti seminar-seminar motivasi, training atau semacamnya.
Namun, sebenarnya untuk meninggalkan malas, penentunya adalah diri sendiri. Dan motivasi yang paling membantu adalah self motivation (motivasi diri), bukan motivasi yang kita dapatkan ketika event tertentu saja. Karena motivasi yang kita dapatkan dari event tertentu, dari seorang motivator terkenal sekalipun hanya bersifat temporar atau sementara.
Jadi mulai sekarang malaslah untuk menjadi pemalas.

semoga bermanfaat.